Rabu, 17 Juni 2015

Thailand Juara Sepak Bola SEA Games 2015


Pada babak pertama, Thailand mendominasi pertandingan namun mereka tidak bisa mencetak gol sehingga skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Lalu, tim Gajah Putih mendapatkan gol pertama mereka di menit ke-54 melalui Tanaboon Kesarat. Sang pemain belakang melayangkan tendangan keras untuk menyambar bola lepas dan membuat bola bersarang di pojok kanan atas gawang Myanmar.
Thailand lalu menggandakan kedudukan melalui Chananan Phombubpa yang menerima umpan terobosan dari Chanathip Songkrasin. Phombubpa kemudian menundukkan Phyo Khaw Zin yang menjaga gawang Myanmar.
Pemain pengganti, Pinyo Inpinit, lalu menambah keunggulan Thailand menjadi 3-0 di menit ke-78 melalui serangan balik yang dilakukan dengan sempurna.Hasil ini membuat status Thailand sebagai raja sepak bola Asia Tenggara tak tergantikan dalam beberapa tahun terakhir setelah mereka juga memenangi emas SEA Games 2013 dan Piala AFF 2014. 
Thailand juga memenangi 10 emas dari 12 penyelenggaraan SEA Games terakhir, termasuk di antaranya kemenangan di partai final dari Myanmar pada 1993 dan 2007.
Emas ini membuat raihan Thailand di puncak klasemen sementara menjadi 93, berselisih
10 emas dari Singapura di tempat kedua.

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/olahraga/20150615223227-142-60193/timnas-thailand-pertahankan-emas-sea-games/

Kegagalan Timnas Indonesia U-23 Di SEA GAMES


Timnas Indonesia U-23 gagal meraih medali perunggu SEA Games 2015 setelah pada perebutkan peringkat ketiga cabang sepak bola kalah telak dari Vietnam dengan skor 0-5 (0-4) di Stadion Nasional Singapura, Senin (15/6/2015). Ini melengkapi kehancuran sepakbolanasional yang sebelumnya mendapat hukuman dari  FIFA.
Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit mengalami dua kali kekalahan telak di kancah SEA Games 2015 kebobolan 10 gol dalam dalam waktu dua hari tanpa satu pun gol balasan yang tercipta. Sebelumnya, Indonesia juga harus menelan kekalahan telak dari Thailand 0-5 pada babak semifinal.
Garuda Muda-pun harus pulang dengan tangan hampa sekaligus gagal mempertahankan trend final pada dua penyelenggaraan SEA Games terakhir, yaitu 2011 dan 2013 meski hasil akhir selalu terhenti dengan medali perak.
Penampilan Mahanati Lestusen dkk pada laga kontra Vietnam benar-benar antiklimaks pada dua babak penting perjalanan Timnas di ajang pesta olahraga Asia Tenggara. Permainan kolektif dan efektif yang menghasilkan tiga kemenangan dengan jumlah gol signifikan pada fase penyisihan grup A, tidak berhasil diperagakan tim asuhan Aji Santoso pada dua laga terakhirnya.
Faktor kebugaran pemain menjadi salah satu kendala untuk bisa mengimbangi permainan cepat Vietnam itu sehingga kesulitan mendapatkan ritme dan performance terbaiknya.


Sabtu, 13 Juni 2015

Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah yang melemah hingga 13.300 masih mencerminkan nilai fundamental ekonomi. Pelemahan rupiah ini, kata dia diakibatkan dari faktor eksternal yang di luar kontrol pemerintah. Pemerintah bisa mengupayakan untuk mengendalikan faktor internal yakni mempercepat pembangunan infrastruktur, perbaiki regulasi, percepat program, permudah investasi, dan melakukan terobosan guna meningkatkan ekspor. Pemerintah akan mendorong infrastruktur guna menciptakan lapangan kerja. Selain itu juga menyelesaikan masalah infrastruktur listrik adalah syarat mutlak jika ingin investasi tumbuh.

Tumbuhnya investasi kemudian diharapkan akan memperbaiki pertumbuhan ekonomi. Namun hasilnya tak bisa langsung dinikmati, iklim investasi akan diperbaiki dalam satu tahun. Dengan cara memperbaiki perizinan dan regulasi.


Beras Pelastik Hoax
Telah berhembus kabar seputar beredarnya beras palsu yang terbuat dari plastik. Beras palsu teresbut dari pabrikan China yang beredar di Indonesia. Yang lebih menggegerkan lagi, setelah kabar tersebut beredar luas, lalu muncul video yang memperlihat proses pembuatan beras palsu tersebut menggunakan mesin canggih.
Dalam video tersebut ada seorang pria yang bekerja didalam pabrik memasukan limbah plastik atau resin sintesis. Proses pembuatannya terlihat cukup mudah, cukup memasukan limbah plastik, kemudia mesin cangghi itu akan memprosesnya langkah demi langkah hingga menjadi butiran beras yang bersih layaknya beras pada umumnya.

Saat merdeka.com menurunkan berita tersebut yang disertai video, banyak pembacanya yang tidak percaya. Mereka menganggap bahwa video itu hoax dan video itu tidak sedang memperagakan cara membuat beras palsu dari plastik, melainkan proses pembuatan biji platisk. 

Penyebab Kecelakaan M.Fadly

SEMARANG — Para pendukung tim-tim yang berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015 Seri ke-2 di Sirkuit Sentul, Jawa Barat menyayangkan sikap kurang sigap para marshal yang bertugas mengawasi jalannya Kelas SuperSport 600cc.
Mereka menganggap kecelakaan yang menimpa pebalap M. Fadli Imammuddin (Indonesia) dan Jakkrit Sawangswat (Thailand) selepas finish tak lepas dari keteledoran petugas marshal.
Dalam perbincangan di pinggir lintasan yang dilakukan banyak orang terdengar mereka menyalahkan marshal yang tidak mengibarkan bendera kuning ketika balapan sudah berakhir. Akibatnya, Jakkrit tetap melaju cepat di sisi kiri, sementara M. Fadli sedang melaju pelan untuk selebrasi kemenangannya.
Kecelakaan yang melibatkan kedua pebalap itu sendiri menghasilkan benturan keras. M. Fadli bahkan terpental dari motornya karena menerima benturan pada kaki kiri yang sedang terbuka. Sementara pebalap tim AP Honda tersungkur dan tak mampu bangkit.
Motor kedua pebalap tersebut hancur, sedangkan korban kecalakaan langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulan.

Belum ada pernyataan resmi dari kedua tim tentang kondisi pebalapnya. Sebuah rumor di tengah sirkuit berkembang, M.Fadli mengalami lepas pergelangan kaki.

Kemenangan Barcelona Juara Liga Champions 2015

Kendati Barcelona berhasil menjuarai Liga Champions dan mencetak treble -menjuarai tiga kompetisi- pelatih Luis Enrique menolak untuk berkomentar tentang apakah ia akan tetap menangani tim Catalunia itu di musim depan.
Luis Enrique berhasil menyamai pencapaian pelatih tersukses Barca, Pep Guardiola, dengan mencetak treble di musim pertamanya.
Barcelona yang ditangani Enrique memenangkan final Liga Champions di Stadion Olympiade Berlin (Sabtu (6/6) malam, dengan memukul Juventus 3-1, melengkapi gelar La Liga dan Piala Raja yang sudah lebih dulu diraih.
Barca mencetak gol cepat di menit ke empat lewat Ivan Rakitic lewat umpan ANdres Iniesta, dan disamakan Alvaro Morata di menit ke 55 untuk menjadikan kedudukan 1-1.
Lionel Messi yang disebut-sebut merupakan pemain terbaik sepanjang zaman sesudah Pele, tak mencetak gol namun permainannya menginspirasi kemenangan Barca.
Di menit ke 68, tendangannya masih diblok kiper kawakan Juventus Gianluigi Buffon, namun bola muntah disambar bintang Uruguay Luis Suarez yang bersarang di jala Juventus.

Superstar asal Brasil, Neymar memastikan kemenangan Barca lewat golnya di detik terakhir pertandingan, menggenapkan kedudukan menjadi 3-1, dan memberikan gelar Liga Champions ke-5 bagi Barcelona.

Timnas U-23 Lolos Kebabak Semifinal

Hasil pertandingan   Indonesia U-23 vs Singapura U-23 meninggalkan skor akhir 1-0 untuk kemenangan pasukan Aji Santosa. Satu satunya gol yang terjadi di pertandingan yang keras ini dicetak oleh Evan Dimas Darmono pada menit ke 46. Indonesia berhak lolos ke babak Semifinal Sea Games 2015 menemani Myanmar Thailand dan Vietnam.
Laga yang menentukan apakah timnas Young Lions atau Garuda Muda yang akan menemani Timnas Myanmar untuk lolos ke babak Semi Final.

Seperti kita ketahui bersama, dalam laga ke-tiga Timnas muda kita berhasil mengatasi perlawanan timnas Filiphina dengan skor 2-0. Terima kasih pada Evan Dimas yang menjabat kaptain mencetak ke-dua gol di laga itu. Dengan kemenangan itu, Indonesia berada di peringkat runner up sementara grup A, unggul selisih gol dengan Singapura. Indonesia memiliki selisih gol lebih baik (10-5) surplus 5 , dibanding dengan tuan rumah surplus 2, dengan nilai sama 6. Jadi bisa diibaratkan laga terakhir tak ubahnya akan seperti partai final.